
Pada
tanggal 12 - 16 April 2017 saya berkesempatan mengunjungi Singapura dan Malaysia.
Saya berangkat sendirian menggunakan tiket pesawat promo dari Air Asia, Rp
189.000 untuk Jakarta-Singapura dan Rp 297.700 untuk Kuala Lumpur-Jakarta.
Hari 1 -
Tidur di Singapore Changi Airport
Saya berangkat langsung dari kantor di BSD sekitar pukul 02.50 WIB. Awalnya saya berniat menggunakan bus Damri dari Serpong, namun ketika sampai di pool ternyata saya sedikit telat, bus untuk keberangkatan pukul 03.00 baru saja berangkat. Setelah menimbang-nimbang karena takut terkena macet jam pulang kantor jika menunggu Damri jam 04.00 dan beresiko ketinggalan pesawat yang akan boarding 17.45, akhirnya saya menggunakan jasa taksi online Gocar menuju bandara.
Pesawat yang dijadwalkan akan berangkat pukul 18.25 WIB ternyata mengalami keterlambatan. Setelah menunggu hingga satu jam lebih, pesawat pun diberangkatkan. Saya tiba di Changi sekitar pukul 10.00 waktu Singapura.
Dari awal saya sudah berniat untuk mencicipi pengalaman menginap di bandara. Pengalaman ini akan menjadi salah satu pengalaman baru buat saya, tidur di
bandara luar negeri. Dulu sih saya juga pernah menginap di Soekarno Hatta waktu
akan pulang kampung ke Sijunjung saat masih kuliah, tapi alasannya lebih karena
takut ketinggalan pesawat untuk flight pagi. Untuk referensi saya menggunakan
tulisan dari jejakvicky. Tulisan
dari Ibu Vicky ini sudah cukup informatif. Ada beberapa pilihan tempat menginap
gratis ataupun berbayar, kalau ditanya saya akan milih yang mana, tentunya yang
gratis. Dengan segala pertimbangan, saya memilih salah satu pojokan di Viewing
Deck di level 3 Terminal 1. Selain karena sepi, saya juga tidak perlu was-was akan
dibangunkan dan diinterogasi petugas keamanan bandara seperti yang akan mungkin
terjadi jika memilih tidur di Transit Mall. Kekurangan dari Viewing Deck ini
adalah jumlah bangkunya yang sedikit dan tidak bisa untuk tidur selonjoran karena
ada armrest pembatas satu bangku dengan bangku lainnya. Pilihannya mau ga mau
adalah tidur di lantai. Ga dingin? Ya, saya sudah mengantisipasi dengan membawa
matras dan kantung tidur dari Indonesia :D.

Viewing Deck

Salah satu pojokan di Viewing Deck

Bersiap-siap tidur
Hari 2 - Keliling Singapura dengan Singapore Tourist Pass (STP)
Pagi hari saya dibangunkan alarm subuh yang lupa disesuaikan
dengan jadwal sholat Singapura. Akhirnya terbangun satu jam lebih cepat dari
seharusnya. Setelah beres-beres saya sarapan dengan makanan yang dibawa dari
Indonesia yaitu Mie Goreng Cup dan Roti Sobek. Untuk air minum di Changi
tersedia air minum gratis, di beberapa titik ada dispenser untuk air panas dan
dingin. Jadi tinggal membawa botol kosong dari Indonesia. Oh iya, untuk uang, saya sama sekali tidak membawa Dolar Singapura ataupun Ringgit dari Indonesia.
Saya mengambil uang di ATM di bandara.

Ticket Office Singapore Tourist Pass (STP)
Selanjutnya saya menuju ke Terminal 2
menggunakan fasilitas gratis antar terminal yaitu skytrain. Disana saya
berkeliling sebentar sambil menunggu office untuk pelayanan ticketing Singapore
Tourist Pass (STP). Apa itu STP? Berdasarkan informasi dari http://thesingaporetouristpass.com.sg/ : “The Singapore Tourist Pass is a
special ez-link card that offers tourist unlimited travel* on Singapore’s basic
bus services, MRT and LRT trains for the duration that it is valid. “. Kartu
STP ini sangat memudahkan karena kita tidak perlu antre saat membeli tiket lagi
setiap akan menggunakan Bus, MRT, atau LRT dan tentunya akan lebih menghemat
tenaga dan waktu. Saya memilih durasi penggunaan untuk 2 hari sesuai dengan
rencana yang akan berada selama 2 hari di Singapura dengan biaya S$26 (termasuk
deposit S$10 yang nanti bisa di-refund). Untuk informasi biaya STP lainnya bisa
dicek di link tersebut. Jika berencana akan berlama-lama (lebih dari 3 hari) di
Singapura sebaiknya menggunakan EZ-link yang biasa, kalo di Indonesia hampir
seperti kartu multitrip commuter line Jabodetabek. Jika lupa atau tidak berniat
untuk me-refund, kartu tersebut masih bisa digunakan layaknya EZ-link biasa,
kita tinggal melakukan top-up sesuai kebutuhan. Selain mendapatkan kartu STP,
kita juga akan dibekali buku saku yang berisi beberapa informasi MRT dan LRT
System Map, Ticket Office untuk STP, dan iklan-iklan beberapa tempat wisata
di Singapura. Untuk hari kedua ini saya jadwalkan untuk mengunjungi Merlion
Park, Sentosa Island, Marina Bay Sands, dan Garden By the Bay.
Merlion Park
Untuk menuju Merlion Park saya
menggunakan MRT dari Terminal 2 Changi dan turun di Stasiun Raffles Place. Di
Singapura terutama di stasiun atau di halte transportasi publik, papan petunjuk
ada dimana-mana sehingga memudahkan pendatang/wisatawan baru untuk mencapai tempat tujuan. Saya
juga menggunakan bantuan Googlemaps untuk semakin memudahkan mencapai tempat
yang saya tuju. Sebenarnya di sekitar Merlion Park ada beberapa tempat menarik
lainnya selain Patung Merlion. Salah satunya di dekat Dalhousie Obelisk, saat
perjalanan mencari Patung Merlion saya menemukan taman dengan bola stainless
steel yang besar. Disana saya menyempatkan diri untuk berfoto-foto. Sampai di Patung
Merlion, ternyata wisatawan sudah sangat ramai padahal saat itu weekday.
Sepertinya tempat ini selalu ramai tidak peduli itu weekday atau weekend. Dari
Patung Merlion kita juga bisa melihat dari kejauhan Marina Bay Sands dan
Singapore Flyer.
Bola Stainless di dekat Dalhausie Obelisk

Di dermaga seberang Patung Merlion

Disisi kanan Patung Merlion menghadap Teluk Marina
Sentosa Island
Sebenarnya menurut saya jika berniat mengunjungi tempat-tempat wahana atau taman bermain, lebih asik jika datang bersama teman-teman atau keluarga. Karena saya sendiri, tujuan saya datang kesini hanya untuk berfoto di depan Bola Universal Studio. Setelah berkeliling beberapa lama sekedar melihat-lihat, tidak terasa sudah lewat tengah hari, saya melanjutkan perjalan ke hostel yang sebelumnya sudah saya pesan dari Indonesia untuk check-in.
Footprints Backpacker Hostel
Saya memesan hostel menggunakan aplikasi Traveloka,
pemilihan Footprints Hostel ini didasarkan selain karena harganya yang cukup
murah, rating dan review-nya juga lumayan bagus. Kebetulan saya mendapat harga
diskon Rp 122.200 dari Traveloka, saya lihat ketika sampai di hostel seharusnya
harga untuk kamar yang saya tempati adalah S$18 SGD kurang lebih j ika dirupiahkan menjadi Rp 172.000.
Cara menuju ke hostel ini paling mudah juga menggunakan MRT
dengan stasiun terdekatnya adalah Rachor. Tapi saya memilih turun di Little
India, meski sedikit lebih jauh tapi masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki
sekalian melihat-lihat daerah sekitar Little India.
Kamar yang saya pesan adalah kamar untuk 12 bed.
Fasilitasnya ada tempat tidur dengan bantal dan selimut, loker tapi harus
membawa gembok sendiri, kamar mandi bersama, AC terbatas, kipas angin, sarapan,
air minum panas dan microwaves. Selain itu resepsionis dan petugasnya juga
cukup bersahabat. Bagi yang beragama muslim, ada Masjid Abdul Gaffoor tak jauh
dari hostel jika ingin menunaikan ibadah sholat. Peminat untuk hostel ini
ternyata cukup banyak. Saya perhatikan semakin malam jumlah tamu yang datang semakin
ramai. Di hostel saya menaruh sebagian barang, mandi dan
beristirahat sebentar.
Marina Bay Sands dan Garden By The Bay
Sebelum menuju tempat ini dari hostel saya menyempatkan diri
untuk makan siang di sekitar daerah Rachor. Referensi untuk tempat makan murah
dan halal saya dapat dari blog tiology dan jendelakeluarga. Untuk
hari ini saya memilih makan di tempat makan Impian Wahyu yang kebetulan tidak jauh dari hostel. Disini menyajikan
beberapa masakan Indonesia seperti nasi padang, soto, sop buntut, lontong, dan
ayam penyet. Tapi saya memilih untuk memesan nasi lemak hijau ayam. Untuk rasa menurut saya lumayan dengan harga S$3.5.
Dari Stasiun Rachor saya menuju Marina Bay Sands dengan MRT
kemudian turun di Bayfront. Setelah sampai di Bayfront saya menuju sisi Marina
Bay Sands yang berhadapan dengan Garden By The Bay. Ada dua pilihan
untuk melihat penampakan Marina Bay Sands. Ke kanan ke arah Garden By The Bay
dan ke kiri ke arah Mall dan di depannya bisa melihat sisi Teluk Marina dan
dari kejauhan bisa terlihat Patung Merlion. Pada malam hari disisi ini biasanya
ada pertunjukan Wonder Full—Light & Water Spectacular.

Di jembatan yang menghubungkan dari Marina Bay Sand ke Garden By The Bay

Dari Marina Bay Sand terlihat Garden By The Bay dan Singapore Flyer
Sesampainya di Marina Bay Sands saya sempatkan
mengambil beberapa foto kemudian melanjutkan perjalanan ke Garden By The Bay.
Hal yang paling saya ingin lakukan di Garden By The Bay adalah naik ke OCBC
Skyway. Untuk menikmati atraksi ini biayanya S$8 untuk dewasa dan S$5 untuk
13-12 tahun dan diatas hanya diperbolehkan selama 15 menit. Sampai di Garden By
The Bay tanpa pikir panjang saya langsung membeli tiket OCBC Skyway. Tapi
tindakan ini terlalu gegabah. Cuaca sebenarnya sedang mendung dan tidak lama
lagi sepertinya akan hujan. Setelah berpikir cukup lama akhirnya saya
membatalkan naik OCBC Skyway hari ini, berharap besok cuaca lebih cerah sehingga
lebih bisa menikmati dan foto-foto yang dihasilkan juga lebih bagus. Oh iya, tiket
yang sudah dibeli masih bisa berlaku hingga 1 bulan kedepan namun tidak bisa
di-refund. Jadi tidak perlu khawatir jika terlanjur membeli tiket tapi
mengurungkan niat menggunakan hari itu juga. Sebenarnya masih banyak atraksi
lain di Garden By The Bay yang bisa kita nikmati seperti Supertree Dining,
Cloud Forest, Dragon Fly and King Fisher Lake. Informasi lengkapnya bisa
dilihat di http://www.gardensbythebay.com.sg/en/attractions.html.

Ticket OCBC Skyway
Karena cuaca yang mendung, saya
memutuskan untuk kembali ke hostel untuk beristirahat. Dan benar saja sampai
di Rachor sudah mulai hujan. Untungnya saya selalu bawa payung kemana-mana jadi
tidak kehujanan. Sambil beristirahat dan menunggu hujan reda, di hostel saya
memasak indomie goreng yang saya bawa dari Indonesia.
Malam pun tiba dan hujan juga sudah
mulai reda, saya berniat kembali ke Marina Bay Sands tapi ke arah Teluk Marina
untuk melihat pertunjukan Wonder Full—Light & Water Spectacular. Tapi
sebelum sampai di stasiun Rachor, saya menyempatkan untuk makan malam, saya
memilih salah satu tempat makan India bernama Maju Muslim atas rekomendasi dari
resepsionis hostel. Saya memilih menu nasi briyani ikan dengan harga S$6. Untuk
rasa sebenarnya kurang sesuai dengan lidah saya karena rasa rempah-rempahnya
terasa berlebihan.
Sampai di depan Mall saya disuguhi
pemandangan yang cukup memukau, pemandangan perpaduan Teluk Marina dan lampu-lampu dari bangunan-bangunan tinggi dari seberang teluk. Dari informasi yang saya
dapat di sini pertunjukan ini biasanya akan
berlangsung 2 kali untuk weekday (20.00 dan 21.30) dan 3 kali untuk weekend
(20.00, 21.30, dan 23.00). Saya berniat mengikuti pertunjukan pukul 21.30
karena saya baru sampai disana sudah lewat dari pukul 20.00. Setelah menunggu
cukup lama, dan para penonton juga sudah mulai berdatangan, tepat pukul 21.30
pertunjukan belum juga dimulai. Saya pun menunggu hingga pukul 22.00 berharap
pertunjukannya tetap akan ada. Ternyata tidak ada tanda-tanda pertunjukan akan
dimulai. Wisatawan juga sudah mulai banyak yang membubarkan diri. Disini saya
agak bingung karena tidak ada informasi yang diberikan pihak terkait dan
bingung akan bertanya kepada siapa apakah pertunjukan hari itu ada atau tidak
atau penjelasan mengenai alasan kenapa tidak ada pertunjukan. Mengecewakan?
Pasti. Apa boleh buat, saya akhirnya memutuskan kembali ke hostel.

Di depan Mall Marina Bay Sand


Ka caranya dapetin tiket murah gimana si??
BalasHapusHalo, terima kasih sudah mampir. Kalo untuk dapet tiket murah sih saya subscribe, follow medsos Airasia, krn senang jalan kadang hampir tiap hari juga ngecek iseng-iseng di traveloka kalo lagi lowong :).
Hapus