Selama ini saya berfikir Singapura hanya dipenuhi gedung-gedung tinggi dan tempat-tempat wisata modern, namun menjelang keberangkatan dari hasil browsing saya menemukan tempat wisata alam bernama Southern Ridge. Dari informasi di sini , tempat ini adalah bentangan sepanjang kurang lebih 10km yang menghubungkan perbukitan dan taman alam seperti Mount Faber Park, Telok Blangah Hill Park, HortPark, Kent Ridge Park, dan Labrador Nature Reserve. Saya pun tertarik untuk menjajal track ini dan memilih start dari Marang Trail dan finish di Alexandra Arch.
Jalur di Southern Ridge
Cara menuju Marang Trail adalah naik MRT turun di Harbourt Front. Kemudian langsung tanya saja ke petugas keamanan pintu keluar ke arah Marang Trail. Setelah mendapatkan informasi dimana Marang Trail saya berjalan mengikuti arahan si petugas keamanan dan menemukan papan bertuliskan Marang Trail dengan cukup mudah. Lama perjalanan saya dari start ke finish kurang lebih 2 jam. Harusnya bisa dicapai dengan lebih cepat namun saya lebih banyak berjalan dan berfoto-foto. Ada satu spot yang membuat saya agak menyesal tidak datang pada waktu subuh. Dari Puncak Mount Faber harusnya bisa melihat sunrise berpadu dengan gedung-gedung tinggi Singapura. Jalur yang dilewati selama perjalanan sudah sangat jelas yang terdiri dari tangga-tangga, track seperti trotoar (di beberapa tempat bisa dilewati mobil), dan yang paling menarik buat saya ada sebuah jembatan yang menghubungkan antara Mount Faber Park dan Telok Blangah Hill Park yaitu Handerson waves karena bentukannya yang unik. Tempat ini juga cukup ramai tapi tetap nyaman untuk dinikmati. Setelah finish di Alexandra Arch, saya kembali ke hostel untuk check-out. Saya naik MRT dari stasiun terdekat yaitu Labrador Park.
Masjid Sultan
Setelah check-out dari Footprints saya melanjutkan perjalanan ke Masjid Sultan dan berencana sholat jumat disana. Dari Rachor saya naik MRT dan turun di Bugis. Kemudian berjalan kaki sekitar 5 menit mengikuti petunjuk googlemaps. Sampai di depan Masjid ternyata waktu sholat masih sekitar satu jam lagi. Akhirnya saya mampir dulu makan siang di rumah makan Minang, literrally nama tempatnya Minang. Saya memesan nasi ayam bakar, sayur kangkung, bakwan, es teh manis seharga S$8.2. Untuk rasanya lumayan tapi menurut saya masih belum seenak masakan minang di Indonesia.
Di depan Masjid Sultan
Waktu sholat pun sudah hampir tiba, saya segera menuju masjid agar mendapat tempat. Biasanya kalau masjid yang menjadi tempat wisata pasti akan selalu ramai terutama saat jumatan. Ketika sholat sudah mau dimulai terlihat masih banyak jamaah lain yang belum mendapat tempat. Ditambah hujan deras, untuk sholat diluar pun tidak bisa dilakukan.
Sehabis sholat jumat saya melanjutkan perjalanan ke Garden By The Bay karena tiket OCBC Skyway yang kemarin dibeli belum jadi digunakan. Kondisi saat itu masih gerimis, berharap sesampainya di Garden By The Bay cuaca sudah mendingan. Kalau pun langitnya tidak cerah tidak masalah yang penting bisa naik karena malam ini saya harus berangkat dari Singapura ke Kuala Lumpur jadi kalau bisa jangan sampai tiket OCBC Skyway-nya terbuang sia-sia.
OCBC Skyway
Sampai di Bayfront saya segera menuju ke pintu arah Garden By The Bay. Sayangnya baru keluar dari stasiun ternyata hujan di luar semakin deras. Saya memutuskan untuk menunggu di salah satu lorong menuju pintu keluar dari stasiun. Hampir 2 jam menunggu akhirnya hujan mereda. Tanpa membuang waktu saya segera ke Garden By The Bay. Ternyata akses ke OCBC Skyway masih belum dibuka meskipun hujan sudah reda. Petugas menginformasikan waktu pembukaan akses masih dalam pantauan menunggu cuaca benar-benar baik. Hal ini dilakukan untuk menghindari resiko petir. Mendekati waktu magrib akses akhirnya dibuka juga karena cuaca sudah dianggap lebih baik dan langit biru menjelang senja juga sudah terlihat. Sayapun masuk ke dalam antrian menuju OCBC Skyway.
Cuaca mendung di bawah Supertree di Garden By The Bay
Di atas OCBC Skyway
Sehabis makan saya melanjutkan perjalanan ke Kranji dengan membeli tiket MRT harian seharga S$1.5 termasuk 10 sen deposit kartu. Tiba di Kranji langsung mencari bus untuk ke JB Sentral. Saya memilih bus CWL dengan membayar S$1.
Lama perjalanan dari Kranji ke JB Sentral kira-kira hanya setengah jam, dengan melewati 2 kali checkpoint imigrasi, pertama di Imigrasi Woodlands dan selanjutnya di Johor Baru. Untuk melewati pintu imigrasi di Woodlands kita harus turun dari bus untuk pemeriksaan, setelah melewati imigrasi kita naik ke bus lagi tanpa membayar asal dengan merk bis yang sama dengan hanya menunjukan tiket bus. Setelah sampai di pintu imigrasi Johor Baru kita harus turun lagi untuk pemeriksaan. Nah, setelah ini ada dua pilihan jika kita ingin melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur, bisa dengan bus atau dengan kereta. Jika dengan bus berarti kita naik bus lagi sama halnya seperti setelah dari imigrasi Woodlands. Kita akan diantar ke Terminal Lankirn, selanjutnya silahkan mencari bus tujuan ke Kuala Lumpur. Jika dengan kereta silahkan cari pintu menuju staisun kereta di JB Sentral. Karena saya menggunakan kereta, kereta tanah melayu (KTM) maka setelah pemeriksaan di imigrasi saya langsung menuju ke arah ruang tunggu KTM di JB sentral. Saya sampai sekitar pukul 21.00 sedangkan jadwal keberangkatan kereta 22.50, jadi masih harus menunggu 1 jam 50 menit.
Untuk saat ini KTM dari JB Sentral ke KL Sentral sudah tidak ada yang direct. Dari JB sentral kita harus naik kereta ke Gemas dulu baru dari Gemas lanjut ke KL Sentral. Saya kebetulan memilih kereta malam karena perjalanannya cukup lama. Kalau kereta siang menurut saya sayang waktunya, lebih baik dimanfaatkan untuk waktu berjalan-jalan mengunjungi tempat wisata. Selain itu bisa menghemat pengeluaran penginapan karena bisa tidur di kereta meskipun tidak begitu nyaman.





Komentar
Posting Komentar